| 521 | 522 | 523 | 524 |
| 525 | 526 | 527 | 528 |
| 529 | 530 | 531 | 532 |
| 533 | 534 | 535 | 536 |
| 537 | 538 | 539 | 540 |
VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik dalam pengaturan alamat IP yang memungkinkan setiap subnet memiliki ukuran atau subnet mask yang berbeda sesuai kebutuhan jumlah host di masing-masing subnet. Dengan menggunakan VLSM, jaringan dapat dibagi menjadi beberapa subnet dengan ukuran yang bervariasi, sehingga penggunaan alamat IP menjadi lebih efisien dan tidak ada alamat yang terbuang percuma.
Dalam sebuah jaringan besar, biasanya terdapat beberapa bagian atau departemen yang memiliki jumlah perangkat berbeda. Misalnya, divisi produksi memiliki banyak komputer, sedangkan bagian keuangan hanya memiliki sedikit. Jika semua subnet menggunakan ukuran yang sama (seperti pada FLSM atau Fixed Length Subnet Mask), maka banyak alamat IP yang akan terbuang karena tidak terpakai. Dengan VLSM, kita dapat menyesuaikan ukuran subnet sesuai kebutuhan host di masing-masing bagian jaringan.
Sebelum memahami VLSM, kita perlu memahami subnetting. Subnetting adalah proses membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil (subnet) untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kemudahan manajemen jaringan. Pada subnetting biasa (FLSM), semua subnet harus memiliki ukuran sama. Namun, dalam VLSM, ukuran setiap subnet dapat berbeda sesuai kebutuhan jumlah perangkat (host).
Langkah-langkah umum dalam menerapkan VLSM adalah:
Menentukan jumlah host yang dibutuhkan di setiap subnet.
Mengurutkan subnet berdasarkan jumlah host dari yang paling besar ke yang paling kecil.
Mengalokasikan alamat IP mulai dari blok terbesar untuk subnet dengan kebutuhan host terbanyak.
Mengalokasikan blok-blok berikutnya untuk subnet yang lebih kecil dengan subnet mask yang sesuai.
Memastikan bahwa protokol routing yang digunakan mendukung VLSM, seperti RIP v2, OSPF, atau EIGRP.
Misalkan tersedia jaringan 192.168.10.0/24 dan akan dibagi menjadi beberapa subnet:
Subnet A: 50 host
Subnet B: 25 host
Subnet C: 10 host
Langkah-langkah pembagian:
Subnet A membutuhkan 50 host. Untuk menampung 50 host, diperlukan 6 bit host (2⁶ = 64 → 62 host usable), jadi subnet mask-nya /26 (255.255.255.192).
Alamat: 192.168.10.0 – 192.168.10.63
Subnet B membutuhkan 25 host. Perlu 5 bit host (2⁵ = 32 → 30 host usable), jadi subnet mask-nya /27 (255.255.255.224).
Alamat: 192.168.10.64 – 192.168.10.95
Subnet C membutuhkan 10 host. Perlu 4 bit host (2⁴ = 16 → 14 host usable), jadi subnet mask-nya /28 (255.255.255.240).
Alamat: 192.168.10.96 – 192.168.10.111
Hasil pembagian subnet menggunakan VLSM:
| Subnet | Jumlah Host | Prefix | Rentang IP | Broadcast Address |
|---|---|---|---|---|
| A | 50 | /26 | 192.168.10.0 – 192.168.10.63 | 192.168.10.63 |
| B | 25 | /27 | 192.168.10.64 – 192.168.10.95 | 192.168.10.95 |
| C | 10 | /28 | 192.168.10.96 – 192.168.10.111 | 192.168.10.111 |
Dengan VLSM, seluruh kebutuhan host dapat dipenuhi tanpa membuang alamat IP yang tidak digunakan.
Efisiensi Alamat IP – setiap subnet disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga tidak ada alamat IP yang terbuang.
Fleksibilitas Desain – jaringan dapat diatur dengan ukuran subnet yang berbeda sesuai kebutuhan tiap bagian.
Kemudahan Pengelolaan – setiap subnet dapat dikelola secara terpisah.
Mendukung Pertumbuhan Jaringan – mudah menambah subnet baru tanpa harus mengubah konfigurasi yang sudah ada.
Sekolah atau kampus: ruang guru, ruang lab, dan administrasi memiliki jumlah komputer berbeda, sehingga ukuran subnet juga berbeda.
Perusahaan: bagian HRD mungkin hanya memiliki 10 komputer, sedangkan bagian produksi bisa memiliki 100 komputer. Dengan VLSM, pembagian IP bisa lebih efisien.
ISP (Internet Service Provider): VLSM digunakan untuk membagi blok alamat IP pelanggan berdasarkan paket atau kebutuhan layanan.
VLSM sering digunakan bersama dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing). Keduanya memiliki prinsip yang sama, yaitu tidak bergantung pada kelas IP (A, B, atau C) dan menggunakan notasi prefix (misalnya /24, /26).
Perbedaannya:
VLSM digunakan untuk membagi subnet dalam jaringan lokal (LAN).
CIDR digunakan untuk menggabungkan beberapa jaringan kecil di jaringan luas (WAN) agar routing lebih efisien.
Keunggulan:
Lebih efisien dalam penggunaan alamat IP.
Fleksibel untuk jaringan dengan kebutuhan host yang bervariasi.
Cocok untuk jaringan besar dengan banyak segmen berbeda ukuran.
Kekurangan:
Perencanaan jaringan menjadi lebih kompleks.
Harus menggunakan protokol routing yang mendukung VLSM.
Jika tidak direncanakan dengan baik, bisa menimbulkan fragmentasi alamat.
Dalam dunia pemrograman, subnet mask dapat diibaratkan seperti tipe data dan struktur variabel. Mask menentukan berapa banyak bit yang digunakan untuk bagian network dan host. Operator bitwise (seperti AND) digunakan untuk menentukan network address dari kombinasi IP dan mask. VLSM dapat diibaratkan sebagai penggunaan variabel dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan program, bukan satu ukuran tetap untuk semua bagian.
VLSM adalah teknik penting dalam pengaturan IP address karena dapat mengoptimalkan penggunaan alamat IP dengan cara membagi jaringan menjadi beberapa subnet dengan ukuran berbeda sesuai kebutuhan. Dengan VLSM, pengelolaan jaringan menjadi lebih efisien, fleksibel, dan terstruktur. Meskipun membutuhkan perencanaan yang lebih rumit, VLSM sangat berguna dalam dunia nyata, baik untuk jaringan sekolah, kantor, maupun perusahaan besar.
Dengan memahami konsep VLSM, kita dapat merancang jaringan yang efisien, terorganisir, dan mudah dikembangkan di masa depan.
Berikut contoh 5 perusahaan beserta IP Address, Kelas IP, dan Subnet Mask.
| No | Perusahaan | IP Address | Kelas IP | Prefix | Subnet Mask | Rentang Host |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Google LLC | 8.8.8.0 | A | /27 | 255.255.255.224 | 8.8.8.1 – 8.8.8.30 |
| 2 | Microsoft Corporation | 40.76.120.0 | A | /27 | 255.255.255.224 | 40.76.120.1 – 40.76.120.30 |
| 3 | Amazon Web Services | 52.94.250.0 | A | /27 | 255.255.255.224 | 52.94.250.1 – 52.94.250.30 |
| 4 | Meta Platforms (Facebook) | 157.240.14.0 | B | /27 | 255.255.255.224 | 157.240.14.1 – 157.240.14.30 |
| 5 | Netflix Inc. | 45.57.0.0 | A | /27 | 255.255.255.224 | 45.57.0.1 – 45.57.0.30 |
💡 Prefix /27 menyediakan 32 alamat total (30 digunakan untuk host).
| No | Nama Perusahaan | IP Address | Kelas IP | Subnet Mask |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Samsung | 23.32.0.1 | Kelas A | 255.0.0.0 |
| 2 | Intel | 13.107.246.40 | Kelas A | 255.0.0.0 |
| 3 | Dell | 143.166.83.38 | Kelas B | 255.255.0.0 |
| 4 | HP | 15.0.0.1 | Kelas A | 255.0.0.0 |
| 5 | IBM | 129.42.38.1 | Kelas B | 255.255.0.0 |
| 6 | ASUS | 192.72.0.1 | Kelas C | 255.255.255.0 |
| 7 | Acer | 202.43.192.1 | Kelas C | 255.255.255.0 |
| 8 | Lenovo | 170.252.0.1 | Kelas B | 255.255.0.0 |
| 9 | Cisco | 72.163.4.161 | Kelas A | 255.0.0.0 |
| 10 | NVIDIA | 216.228.121.1 | Kelas C | 255.255.255.0 |
| 11 | Adobe | 192.147.130.1 | Kelas C | 255.255.255.0 |
| 12 | Oracle | 156.151.59.1 | Kelas B | 255.255.0.0 |
| 13 | PayPal | 64.4.250.1 | Kelas A | 255.0.0.0 |
| 14 | Sony | 23.52.0.1 | Kelas A | 255.0.0.0 |
| 15 | Panasonic | 203.211.192.1 | Kelas C | 255.255.255.0 |
| 16 | Apple | 17.172.224.47 | Kelas A | 255.0.0.0 |
| 17 | 8.8.8.8 | Kelas A | 255.0.0.0 | |
| 18 | Microsoft | 40.90.4.1 | Kelas A | 255.0.0.0 |
| 19 | Meta (Facebook) | 157.240.20.35 | Kelas B | 255.255.0.0 |
| 20 | Tesla | 205.234.31.1 | Kelas C | 255.255.255.0 |
1.Alat -alat yang kita perlukan :
1.Adapter/Penyuplai Daya
2.HTB
3.Kabel Fiber Optik
4.Konverter kabel FO (Fiber Optik)ke kabel UTP
5.Internet Provider berupa AccessPoint dan 2 buah kabel UTP
2.Langkah Kerja :
1. Hubungkan adaptor ke stop kontak atau terminal listrik (bisa memakai kabel roll) agar perangkat mendapat suplai daya.
2. Pasang adaptor tersebut ke perangkat HTB dan ke konverter FO–UTP.
3. Sambungkan kabel fiber optic dari port konverter FO–UTP menuju port HTB.
4. Gunakan kabel UTP satu untuk menghubungkan Access Point ke konverter FO–UTP, dan satu lagi dari HTB menuju laptop/PC.
5. Jalankan Command Prompt, ketik ipconfig untuk melihat alamat IPv4 yang aktif, lalu lakukan ping ke alamat tersebut untuk memastikan jaringan sudah terhubung.