Jumat, 25 September 2026

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File Linux Debian

Materi Administrasi Server dan Manajemen File pada Linux Debian

Administrasi File

Administrasi file merupakan salah satu bagian penting dalam penggunaan sistem operasi Linux. Kegiatan ini berkaitan dengan cara membuat, melihat, mengatur, memindahkan, serta memberikan hak akses terhadap file dan direktori yang terdapat di dalam sistem.

Setelah mempelajari administrasi user, materi selanjutnya adalah administrasi file. Pada materi ini kita akan mengenal beberapa perintah dasar Linux yang digunakan untuk mengelola file dan direktori melalui terminal.

Beberapa perintah administrasi user yang telah dipelajari sebelumnya adalah:

  1. Login root
  2. Clear
  3. Adduser
  4. Logout
  5. Login user
  6. Userdel -r
  7. Groupadd
  8. Groupdel
  9. Usermod

Linux memiliki struktur direktori yang berbeda dengan Windows. Jika pada Windows kita mengenal drive seperti C: atau D:, Linux menggunakan struktur direktori yang dimulai dari satu direktori utama atau direktori akar.

Direktori akar pada Linux ditandai dengan tanda /. Dari direktori tersebut terdapat berbagai direktori lain yang memiliki fungsi masing-masing. Oleh karena itu, pemahaman mengenai struktur file dan direktori sangat penting ketika menggunakan Linux.

Perintah ls /

Perintah ls merupakan salah satu perintah dasar yang paling sering digunakan pada Linux. Perintah ini digunakan untuk melihat atau menampilkan isi dari suatu direktori.

Jika kita menggunakan ls /, maka Linux akan menampilkan daftar direktori dan file yang berada di direktori akar atau root directory.

ls /

Perintah tersebut sangat berguna untuk mengetahui direktori apa saja yang tersedia pada bagian utama sistem Linux.

Selain menggunakan ls /, kita juga dapat menggunakan format ls nama_direktori untuk melihat isi dari direktori tertentu.

ls nama_direktori

Dengan perintah tersebut, kita tidak perlu berpindah ke dalam direktori terlebih dahulu hanya untuk melihat isinya.

Perintah cd /usr

Perintah cd digunakan untuk berpindah dari satu direktori ke direktori lainnya. CD merupakan singkatan dari change directory.

Dalam Linux, pengguna sering kali perlu berpindah direktori untuk mengakses file atau menjalankan perintah tertentu pada lokasi yang berbeda.

cd /usr

Perintah tersebut akan membuat direktori aktif berubah menjadi direktori /usr. Setelah berhasil berpindah, posisi pengguna berada di dalam direktori tersebut.

Tanda ~ biasanya menunjukkan direktori home dari user yang sedang digunakan. Ketika pengguna berpindah direktori, tampilan terminal dapat berubah sesuai dengan lokasi direktori aktif.

Perintah cd sangat penting karena hampir semua aktivitas pengelolaan file dilakukan berdasarkan lokasi direktori tempat file tersebut berada.

Perintah mkdir

Perintah mkdir digunakan untuk membuat direktori baru di dalam sistem Linux. Nama mkdir berasal dari istilah make directory.

Direktori dapat digunakan untuk mengelompokkan file agar lebih teratur. Dengan membuat direktori sesuai kebutuhan, pengguna dapat mengelola file dengan lebih mudah.

mkdir nama_directory

Sebagai contoh, kita dapat membuat direktori bernama belajar.

mkdir belajar

Setelah perintah tersebut dijalankan, direktori belajar akan dibuat pada lokasi yang sedang aktif. Untuk memastikan direktori berhasil dibuat, kita dapat menggunakan perintah ls.

ls

Jika nama direktori muncul pada hasil perintah tersebut, berarti direktori telah berhasil dibuat.

Hak Akses File dan Direktori

File dan direktori pada Linux memiliki aturan hak akses. Tidak semua pengguna dapat mengakses seluruh file yang ada di dalam sistem.

Pengguna root memiliki hak akses yang sangat luas terhadap sistem. Root dapat mengelola file, membuat user, mengubah hak akses, serta mengatur berbagai bagian sistem.

Sebagai latihan, pengguna dapat membuat user dengan nama bintang. Setelah user dibuat, pengguna dapat melakukan logout kemudian masuk menggunakan akun tersebut.

Perintah touch

Perintah touch digunakan untuk membuat file baru yang kosong. Perintah ini termasuk perintah dasar yang sering digunakan ketika melakukan latihan administrasi file pada Linux.

Untuk membuat file, kita dapat menuliskan perintah touch kemudian diikuti nama file yang ingin dibuat.

touch nama_file

Contohnya kita dapat membuat file bernama latihan.txt.

touch latihan.txt

Setelah perintah dijalankan, file kosong tersebut akan dibuat pada direktori yang sedang aktif. Untuk memastikan file telah berhasil dibuat, kita dapat menggunakan perintah ls.

ls

Untuk melihat informasi file secara lebih lengkap, kita dapat menggunakan perintah ls -l. Perintah tersebut akan menampilkan informasi seperti hak akses, pemilik file, group, ukuran file, serta waktu perubahan file.

ls -l

Mengubah Hak Akses

Hak akses merupakan bagian penting dalam sistem Linux. Hak akses digunakan untuk mengatur siapa saja yang boleh membaca, mengubah, atau menjalankan suatu file maupun direktori.

Setiap file atau direktori memiliki pemilik atau owner dan dapat memiliki sebuah group. Selain pemilik dan anggota group, terdapat pengguna lain yang disebut other.

Informasi mengenai hak akses dapat dilihat menggunakan perintah ls -l.

ls -l

Pada bagian awal hasil perintah tersebut terdapat beberapa karakter yang menunjukkan jenis file serta hak akses yang dimiliki.

Jenis File

Karakter pertama menunjukkan jenis objek yang sedang ditampilkan.

d = menunjukkan direktori
- = menunjukkan file biasa

Hak Akses Read

Huruf r berarti read atau membaca. Hak akses ini memungkinkan pengguna untuk membaca isi file. Pada direktori, hak baca memungkinkan pengguna melihat daftar isi direktori.

Hak Akses Write

Huruf w berarti write atau menulis. Hak akses ini berkaitan dengan kemampuan pengguna untuk mengubah isi file. Pada direktori, hak tulis berkaitan dengan kemampuan membuat, menghapus, atau mengubah isi direktori sesuai dengan hak akses lainnya.

Hak Akses Execute

Huruf x berarti execute atau menjalankan. Pada file tertentu, hak ini memungkinkan file dijalankan sebagai program atau script. Pada direktori, hak execute berkaitan dengan kemampuan untuk mengakses atau masuk ke dalam direktori tersebut.

Pembagian Hak Akses

Owner Pemilik file atau direktori. Hak aksesnya dapat berupa read, write, dan execute.
Group Kelompok pengguna yang memiliki hak akses tertentu terhadap file atau direktori.
Other Pengguna lain yang bukan pemilik file dan bukan anggota group pemilik.

Arti Simbol Hak Akses

  • r berarti read atau membaca.
  • w berarti write atau menulis.
  • x berarti execute atau menjalankan.
  • - berarti tidak memiliki hak akses tersebut.

Dengan memahami hak akses, administrator dapat menjaga keamanan file dan mencegah pengguna yang tidak memiliki izin melakukan perubahan terhadap file tertentu.

Struktur Direktori Linux

Linux menggunakan struktur direktori yang berbentuk hierarki. Struktur tersebut dimulai dari direktori akar yang ditandai dengan tanda /.

Di dalam direktori akar terdapat beberapa direktori penting yang memiliki fungsi masing-masing. Beberapa direktori tersebut digunakan untuk menyimpan program, konfigurasi sistem, data pengguna, perangkat, dan berbagai kebutuhan sistem operasi.

Pemahaman terhadap struktur direktori sangat membantu ketika melakukan administrasi server karena administrator perlu mengetahui lokasi file dan fungsi dari setiap direktori.

Kesimpulan

Administrasi file pada Linux Debian merupakan kegiatan untuk mengelola file dan direktori menggunakan berbagai perintah melalui terminal.

Beberapa perintah dasar yang dipelajari adalah ls untuk melihat isi direktori, cd untuk berpindah direktori, mkdir untuk membuat direktori, dan touch untuk membuat file kosong.

Selain itu, Linux juga memiliki sistem hak akses yang mengatur pengguna dalam membaca, menulis, dan menjalankan file atau direktori. Hak akses tersebut sangat penting untuk menjaga keamanan dan keteraturan sistem.

Dengan memahami administrasi file, pengguna dapat lebih mudah mengelola file, direktori, serta hak akses pada sistem operasi Linux Debian.

SUPLEMEN MATERI

Materi tambahan dapat digunakan untuk memperdalam pemahaman mengenai perintah file, hak akses, struktur direktori, serta administrasi Linux.

Referensi materi:

Pengertian chmod dan chown untuk Linux

Jobsheet Manajemen File Linux

Administrasi User Linux Debian

Administrasi User Linux Debian

Administrasi User Linux Debian

Materi Administrasi User dan Perintah Dasar Linux Debian

Administrasi Server

Administrasi User Linux Debian

Materi untuk mempelajari administrasi user, group, direktori, dan beberapa perintah dasar pada sistem operasi Linux Debian.

Pendahuluan

Sebelumnya server Debian diinstalisasi tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI).

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah-perintah Debian CLI.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem.

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu:

1. Akun utama (root)
2. Akun dengan nama depan tadi

Administrasi User

1 Login Debian

Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login.

Login Debian

2 Masuk Root

Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan passwordnya.

Root Debian

3 Perintah Clear

Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Perintah clear
Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4 Perintah adduser

Perintah adduser digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.

Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5 Perintah logout

Ketikkan logout untuk keluar dari sesi root.

Logout Debian

6 Masuk sebagai Pengguna yang Baru

Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja dibuat, dalam kasus ini nama penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.

User baru

Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaannya terletak pada bagian prompt dari command line.

Sebelumnya, saat kita masuk sebagai root, prompt dari command line berbentuk seperti pada gambar berikut.

Prompt root

Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk seperti pada gambar.

Prompt user

Tanda ~ atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7 Perintah userdel -r

Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan perintah userdel -r <nama_pengguna> untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

Userdel

Group pada Linux Debian

8 Perintah groupadd dan groupdel

Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.

Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.

Groupadd

Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan groupdel <nama_group> digunakan untuk menghapus group yang ada.

Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang.

Pembuatan group Group Debian User group Group dan user

9 Perintah usermod

Setelah itu, gunakan perintah usermod -g <nama_group> <nama_user>.

Usermod

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.

Pemindahan user group

Direktori dan Perintah Dasar Linux

10 Perintah ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan tanda slash (/).

Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.

11 Perintah cd /usr

Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Perintah cd

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

12 Perintah mkdir

Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Perintah mkdir

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang.

File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.

Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

User bintang

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.

Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls -l, untuk menampilkan isi direktori beserta atribut-atributnya.

Perintah touch

Suplemen

1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10 2. Gambar Operasi Dasar Linux Debian 3. File Hirarki pada Linux

Penutup

Materi ini membahas administrasi user pada Linux Debian, mulai dari penggunaan akun root, membuat dan menghapus user, membuat group, memindahkan user ke dalam group, hingga penggunaan direktori dan perintah dasar Linux seperti ls, cd, mkdir, dan touch.

Administrasi User Linux Debian

Materi Pembelajaran Linux Debian

↑

Senin, 13 Juli 2026

Perkembangan Sistem Operasi Open Source



 Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut serta untuk disebarluaskan. Apabila pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.

Open source merupakan salah satu syarat bahwa suatu software dikatakan Free Software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Salah satu contoh free software adalah Linux. 

Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. 


FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). http://www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source. Mulai tahun 1994-1995, server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server.
Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain. Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. 
Namun, sejarah piranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford University, University of California Berkeley dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1960 - 1970-an.
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan setiap orang dapat memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10.
Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.
Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak dapat mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Tahun 1985 beliau mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. 
Dengan FSF, Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak : gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. 
Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.
Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 Universitas Helsinki, Finlandia mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. 
Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, Debian dan lainnya.
Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.
Free Software Foundation (FSF) selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. 
Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.


Gambar 1 Linus Torvalds 

Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.
Akan tetapi teminologi free yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. 
Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini mendorong munculnya terminologi open source dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan Open Source, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya. 
Beberapa contoh daftar distribusi Linux distributions yang didukung oleh Free Software Foundation ditunjukkan seperti pada Tabel 1 berikut ini.


 

Perkembangan sistem operasi windows

 

Mircorost Windows adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan antar muka berbasis grafis atau dikenal dengan nama GUI (Graphical User Interface).
Microsoft Corporation adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkantor pusat di Redmond, Washington, Amerika Serikat yang mengembangkan, membuat, memberi lisensi dan mendukung beragam produk dan jasa terkait dengan komputer.Perusahaan ini didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen pada tanggal 4 April 1975


1  MS-Dos

Ms-Dos (Microsoft Disk Operating System) adalah Sistem Operasi yang berbasiskan teks dan Command-Line interpreter. Windows Versi pertama, Windows Graphic Environmnet 1.0 merupakan perangkat lunak yang bekerja atas arsitekstur 16-Bit dan bukan merupakan Sistem Operasi dan berjalan atas MS-DOS, sehingga untuk menjalankannya membutuhkan MS-DOS.
MS-DOS sendiri sebenarnya dibuat oleh perusahaan pembuat komputer Seattle Computer Products kemudian direkrut oleh Microsoft yang selanjutnya dibeli lisensinya. MS-DOS dirilis pertama kali pada tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan versi yang lebih baru dari MS-DOS. 
Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft meluncurkan versi baru MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft menghentikan dukungan MS-DOS pada tahun 2000. 
Gambar 1. Logo MS DOS 6.22

2. Microsoft Windows (windows 1.x – windows 3.x)
Microsoft Windows 1.0 merupakan versi pertama sistem operas dalam dunia sistem operasi berbasis Graphical User Interface (GUI) yang dibuat oleh Microsoft Corporation . Versi ini sebenarnya diluncurkan pertama kali pada tanggal 10 November 1998, tapi tidak pernah keluar ke pasar publik sebelum bulan November 1998, karena banyaknya hambatan yang terjadi ketika pengembangan berlangsung.
Gambar 2 Berbasis GUI

Microsoft Windows 2.0 merupakan versi kedua dari sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) buatan Microsoft Corporatio, yang dirilis pada 9 Desember 1987. Sistem ini diluncurkan untuk melengkapi kekurangan ragam aplikasi pada Windows 1.0.
Windows 3.0 memiliki kemampuan dukungan kartu grafis SVGA atau XGA dan juga icon. Microsoft menyediakan SDK (Software Development Kit) sehingga para developer piranti lunak dapat mengembangkan aplikasi agar mampu berjalan di Windows 3.0 ini. 
Sistem ini mengenalkan Virtual Device Driver (VXD) yang berguna untuk meminimalisasi ketergantungan setiap driver pada perangkat keras tertentu. Sistem ini berevolusi menjadi Windows 3.1 yang mengenalkan fitur Multimedia dan True Type Font. 
Sistem ini memudahkan End-User karena adanya fitur Drag and Drop. Windows versi 3.0 ini berkembang menjadi Windows 3.11 yang mendukung aplikasi NetWorking.

3.  Windows 95 – windows ME
Windows 95 diperkenalkan pada tanggal 14 Agustu 1995. Sistem operasi ini memiliki GUI yang lebih menarik dan atraktif, menggunakan rancangan menu "Start", menu inovatif untuk mengakses grup program (pengganti Program Manager) mendukung penamaan berkas yang panjang. 
Windows 95 juga mendukung Plug and Play untuk mendeteksi instalasi perangkat keras dan konfigurasi secara otomatis, memiliki beberapa fasilitas seperti : Browser yang terintegrasi dan Windows Explorer untuk menjelajah Windows. Selain itu juga Windows 95 memiliki fitur untuk memanajemen daya (APM) dan diperkenalkannya juga Client-Server.

4. Windows 98 - windows SE 
Windows 98 dikeluarkan oleh Microsoft pada 25 Jun 1998. Windows 98 sudah mendukung VGA berbasis AGP, serta mendukung media penyimpanan berkas seperti USB, diperkenalkannya NAT untuk berbagi koneksi Internet dan digantikannya Virtual Device Driver dengan Windows Driver Model. 
Ada juga beberapa fitur tambahan berupa aplikasi Microsoft Office dan Internet Explorer versi 5. Windows 98 juga sudah memiliki kemampuan-kemampuan untuk memainkan Game dan menjalankan aplikasi Multimedia.
Windows 98SE menambahkan dukungan pada Internet Explorer 5, NAT untuk berbagi koneksi Interne, Digital Versatile Disk (DVD, Windows Driver Mode (WDM) yang menggantikan model Virtual Device Drive (VxD) serta Windows NetMeeting 3. 
Sistem ini menganut prinsip hibrida dengan dukungan kernel 16-bi/32-bi, dan masuk pada famili Windows 98.
Windows ME diluncurkan pada tanggal 14 Septembe 2000. Dalam sistem operasi ini tidak ada fitur yang spesial selain transisi dukungan grafis dari 16-Bit ke 32-Bit dan sistem ini banyak dipakai oleh pengguna pribadi.

5. Windows NT 3.xx – 4.xx
Windows NT sebagai pengganti windows ME mendukung arsitekrtur x86 (80×86), Intel IA64 dan AMD64 (x64) dan grafis 32-Bit. Windows NT dibangun dari pengembangan IBM OS/2 dan banyak digunakan dalam jaringan komputer. 
Windows NT juga memperkenalkan File System NTFS yang lebih baik dari FAT maupun FAT-32. Windows NT 3.1 dirilis untuk komputer Intel x86, DEC Alpha, dan beberapa platform yang mendukung ARC (Advanced RISC Computing) MIPS. 
Sedangkan Windows 3.51 diluncurkan untuk mendukung komputer IBM PowerP khususnya untuk sistem PReP seperti deskto atau lapto IBM Power Series dan seri Motorol PowerStack. Meskipun menggabungkan dua teknologi dari dua perusahaan, Windows NT 3.51 tidak bisa dijalankan di atas Power Macintosh. 
Intergraph Corporatio kemudian membuat porting untuk arsitektur Intergraph Clipper miliknya sendiri dan membuat porting Windows NT 3.51 agar bisa berjalan di atas arsitektur SPAR (milik Sun Microsystem). Meskipun demikian, kedua produk tersebut tidak dijual ke publik sebagai produk ritel.
Windows NT 4.0 diluncurkan untuk mendukung banyak platform, akan tetapi microsoft hanya membuat service pack dan update untuk dua varian (x86 dan DEC Alph). Selain ke dua varian tersebut service pack dan update dibuat oleh pihak ketiga (Motorola, Intergraph, dan lain-lain). 
Windows NT 4.0 merupakan versi rilis Windows NT yang mendukung DEC Alpha, MIPS, dan PowerPC. 
Microsoft juga membuat Windows 2000 untuk DEC Alpha hingga bulan Agustus 1999. Karena Compaq menghentikan dukungan Windows NT untuk arsitektur tersebut maka Microsoft menghentikan pengembangan proyek AlphaNT tersebut. 

6.  Windows 2000.
Windows 2000 (atau Windows NT 5.0 build 2159) adalah sebuah versi sistem operasi Window yang merupakan versi pengembangan dari Windows NT versi 4.0 yang di dikeluarkan oleh Microsof tanggal 17 Februari 2000 di Amerika Serikat. 
Windows 2000 mempunyai banyak fitur tambahan di antaranya : 
1) Active Director yang baru, 
2) Image Preview, 
3) Plug and Play dan Windows. 
    Driver Model yang lebih baik performanya dibanding sebelumnya, 
4) Browser Explore yang baru, yaitu Internet Explorer 5.0. 
5) Mendukung untuk Microsoft Direct dan Open GL 
    (Windows NT 4.0 hanya mendukung akselerasi OpenG), 
6) Windows Media Playe 6.4 terintegrasi
    (dapat diinstalasikan di Windows NT 4.0 
7) Terminal Service yang telah terintegrasi 
8) Plug And Play yang lebih canggih, 
    Sehingga memasang hardware tertentu dapat langsung berjalan
    tanpa harus melalui proses restart, 
9) Menggunakan driver untuk hardware berbasis Windows Driver Mode 
     atau dikenal juga dengan WDM, 
10) Dukungan manajemen daya lebih baik
      yaitu ACP (Advanced Configuration and Power Interface)
      yang dapat menghemat daya. 


Gambar 4. Logo windows 2000 server

7. Windows XP.
Windows XP menawarkan banyak perubahan, fitur dan performa, berbasis grafis digunakan pada komputer pribad, desktop bisnis, laptop, dan pusat media. Windows XP pertama kali dirilis pada 25 Oktobe 2001, 400 juta salinan instalasi digunakan pada Januari 2006. 
Windows XP tersedia dalam berbagai macam edisi, antara lain ialah :
  Windows XP Home Edition ditargetkan untuk pengguna pribadi. 
  Windows XP Professional menawarkan fitur tambahan
    seperti dukungan untuk domain Windows Server dan dua prosesor fisik,
    dan ditargetkan untuk pasar power user, bisnis dan perusahaan klien.
  Windows XP Media Center Edition memiliki fitur multimedi tambahan
    yang menawarkan kemampuan untuk merekam dan menonton acara TV,
    melihat fil DV, dan mendengarkan musik.
  Windows XP Tablet PC Edition didesain khusus untuk platform PC Tablet, 
    yakni sebuah komputer pribadi yang menggunakan stylus. 
  Windows XP profesional 64-bit Edition
    untuk prosesor berarsitektur IA-6 (Itaniu)
  Windows XP Professional x64 Edition untuk prosesor berarsitektur x86-6.
  Windows XP Starter Edition yang dijual di beberapa negara berkembang. 
  Windows XP Embedded, sebuah versi Windows XP Professional
    yang dikurangi segala fiturnya di sana sini untuk pasar tertentu.



Gambar 5. Desktop Windows XP

8. Windows server 2003
Banyak sekali fitur yang ditawarkan pada Windows Server 2003. Fitur windows server 2003 edisi standar antara lain ialah platform .Net, Fitur Domain Controller Server, PKI (Public Key Infrastructure) Server, Domain Name System (DNS), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Windows Internet Name Service (WINS), Microsoft IIS, Windows Terminal Service, Mendukung pembagian beban jaringa Fitur standar sebuah server: file service, print service, atau application server yang dapat diinstalasi (seperti Microsoft Exchange Server, SQL Server, atau aplikasi lainnya). 
Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan pada akhir tahun 2000. Windows Server 2003 terdiri atas beberapa edisi atau produk yang berbeda, yakni sebagai berikut:
 Windows Server 2003 Enterprise
 Windows Server 2003 Datacenter 
 Windows Server 2003 Web Edition. 
 Windows Small Business Server 2003 (Windows SBS)
 Windows Storage Server 2003. 
 Windows Server 2003 Standard Edition. 


Gambar 6. Jendela Desktop Windows server 2003

9.  Windows Vista
Windows Vista diluncurkan 8 November 2000 untuk pengguna bisnis, dan 30 Januari 2000 untuk pengguna pribadi. Windows Vista lebih mengutamakan interface atau penampilan grafis antarmuka dibandingkan dengan performa, Fitur-fiturnya antara lain AERO, Sidebar, tingkat keamanan lebih baik dari pada Windows XP. 
Windows Vista menggunakan Firewall with Advanced Security, Windows Defender, Parental Control, User Account Control (UAC), BitLocker Drive Encryption, ASLR. Windows Vista menggunakan IPv6, DirectX versi terbaru, dan arsitekstur 64-Bit. Windows vista mempunyai beberapa versi: yaitu:
 Windows Vista Starter.
 Windows Vista Home Basic.
 Windows Vista Home Premium
 Windows Vista Business.
 Windows Vista Enterprise.
 Windows Vista Ultimate 

Gambar 7. Desktop Windows Vista

10. Windows 7 
Windows 7 merupakan gabungan Windows XP dan Windows Vista, Windows 7 memiliki performa yang lebih baik dari Windows Vista. Windows 7 dirilis untuk pabrikan komputer pada 22 Jul 2009 dan dirilis untuk publik pada 22 Oktobe 2009. 
Windows 7 lebih fokus pada pengembangan dasar Windows, dengan tujuan agar lebih kompatibel dengan aplikasi-aplikasi dan perangkat keras komputer yang kompatibel dengan Windows Vista.
Windows 7 lebih fokus pada dukungan multi-touch pada layar, desain ulang taskbar (Superbar), penggunaan sistem jaringan pribadi bernama HomeGroup dan peningkatan performa. Beberapa aplikasi standar yang disertakan pada versi sebelumnya dari Microsoft Windows, seperti Windows Calendar, Windows Mail, Windows Movie Maker, dan Windows Photo Gallery, tidak disertakan lagi di Windows 7. 
Windows 7 tidak bisa digunakan dengan jumlah memori yang terpasang melebihi kemampuannya. Jumlah ini berbeda di setiap versi Windows 7, dan juga berpengaruh pada arsitektur yang dipakai (apakah 32-bit atau 64-bit). 
Windows 7 memiliki 6 versi seperti Windows Vista hanya berbeda nama, jika Windows Vista memiliki versi Business maka pada Windows 7 versi tersebut dinamakan Professional. Versi tersebut antara lain :
 Windows 7 Ultimate
 Windows 7 Professional
 Windows 7 Enterprise
 Windows 7 Home Premium
 Windows 7 Home Basic
 Windows 7 Starter 


Gambar 8. Desktop Windows 7

11. Windows 8
Windows 8 adalah nama dari versi terbaru Microsoft Window, serangkaian Microsoft secara resmi merilis Windows 8 pada 26 Oktober 2012. Versi percobaan Windows 8 berupa Consumer Preview dan Release Preview. 
Pada tanggal 26 Juni 2013, Microsoft merilis versi Uji Coba dari Windows 8.1 (sebelumnya dikenal sebagai Windows Blue), Sistem operasi ini diproduksi oleh Microsoft untuk digunakan pada komputer pribadi, termasuk komputer rumah dan bisnis, laptop, netbook, tablet P, server, dan PC pusat media. 
Sistem operasi ini menggunakan mikroprosesor AR selain mikroprosesor x8 tradisional buatan Intel dan AMD. Antarmuka penggunanya diubah agar mampu digunakan pada peralatan layar sentuh selain mouse dan keyboard, sehingga Windows 8 di desain untuk perangkat tablet sentuh. 
Windows 8 mempunyai beberapa edisi atau versi antara lain adalah sebagai berikut :
 Windows 8, setara dengan Windows 7 Starter, Home Basic, Home Premium.
 Windows 8 Pro, setara dengan Windows 7 Professional.
 Windows 8 Enterprise, setara dengan Windows 7 Enterprise dan Ultimate.
 Windows 8 RT, versi Windows khusus untuk perangkat berprosesor ARM.
 Windows 8.1 

Administrasi File Linux Debian

Administrasi File Linux Debian Materi Administrasi Server dan Manajemen File pada Linux Debian ...