Rabu, 26 November 2025

Memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic

 

Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic

Fiber optic (serat optik) adalah teknologi transmisi data berkecepatan tinggi yang menggunakan cahaya sebagai media pengantar sinyal. Teknologi ini umumnya digunakan pada jaringan internet broadband, telekomunikasi, CCTV, backbone jaringan, dan aplikasi industri.


 Prinsip Dasar Kerja Fiber Optic

Fiber optic bekerja berdasarkan prinsip pemantulan cahaya (Total Internal Reflection). Cahaya yang dipancarkan oleh sumber laser atau LED akan merambat melalui inti serat (core) dan tetap berada di dalamnya karena adanya pantulan sempurna pada lapisan cladding.

Prosesnya sebagai berikut:

TahapPenjelasan
1. Sumber cahayaMenggunakan LED atau laser diode untuk menghasilkan cahaya
2. Cahaya masuk ke coreCahaya dikirim melalui inti serat optik
3. Total Internal ReflectionCahaya dipantulkan terus menerus di dalam core sehingga tidak bocor
4. Penerima menerima sinyalCahaya diterjemahkan menjadi sinyal data digital oleh Optical Network Terminal (ONT) atau perangkat optik lainnya

 Struktur Fiber Optic

Fiber optic terdiri atas beberapa bagian utama:

Bagian Fib er OpticFungsi
CoreTempat jalannya cahaya; biasanya terbuat dari kaca silika
CladdingMemantulkan cahaya agar tetap berada dalam core
Coating/BufferMelindungi serat optik dari kerusakan fisik
Jacket (Outer Sheath)Lapisan luar untuk melindungi dari lingkungan

 Teknologi Fiber Optic

Fiber optic memiliki beberapa teknologi penting dalam penggunaannya, di antaranya:

 1. WDM (Wavelength Division Multiplexing)

Teknologi yang memungkinkan banyak sinyal cahaya dengan panjang gelombang berbeda berjalan dalam satu serat optik.

➡ Contoh: teknologi WDM memungkinkan 1 kabel fiber dapat mentransmisikan ratusan channel data sekaligus.

 2. FTTH (Fiber To The Home)

Merupakan teknologi yang digunakan pada layanan internet rumah (Indihome, Biznet, MyRepublic, dll), dimana kabel fiber ditarik langsung sampai ke rumah pengguna.

 3. PON (Passive Optical Network)

Sistem jaringan tanpa komponen aktif di tengah jalur (seperti switch yang membutuhkan listrik). Jaringan ini lebih hemat energi dan efisien.

4. GPON (Gigabit Passive Optical Network)

Versi lanjutan PON dengan kecepatan hingga 2.5 Gbps downstream dan 1.25 Gbps upstream.


⚡ Kelebihan Fiber Optic

KelebihanPenjelasan
Kecepatan tinggiDapat mencapai kecepatan multi-gigabit
Bebas interferensiTidak terpengaruh elektromagnetik seperti kabel tembaga
Jarak transmisi jauhBisa mencapai puluhan hingga ratusan kilometer
Keamanan tinggiSulit disadap karena menggunakan cahaya

 Kekurangan Fiber Optic

KekuranganPenjelasan
Biaya pemasangan tinggiKarena material dan perangkatnya lebih mahal
Instalasi harus presisiKarena serat optik rapuh dan membutuhkan alat fusion splicing
Tidak bisa dililit atau ditekuk tajamKarena dapat merusak kualitas sinyal

 Contoh Aplikasi Fiber Optic dalam Kehidupan

BidangContoh Penggunaan
TelekomunikasiInternet rumahan, jaringan backbone ISP
CCTVSistem kamera berjarak jauh
KedokteranEndoskopi laser
Militer & AntariksaSistem komunikasi rahasia cepat dan aman
IndustriSensor otomatis dan komunikasi mesin


Kesimpulan

Fiber optic adalah teknologi komunikasi modern yang bekerja menggunakan cahaya melalui serat kaca berdasarkan prinsip Total Internal Reflection. Dibandingkan kabel tembaga, fiber optic jauh lebih cepat, aman, dan mampu menjangkau jarak yang lebih panjang, namun membutuhkan peralatan dan teknik instalasi yang lebih rumit.

Memilih kabel fiber optic sesuai kebutuhan

 

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan

Pemilihan kabel fiber optik tidak dapat dilakukan secara sembarangan, karena setiap jenis kabel memiliki karakteristik, kemampuan transmisi, bentuk fisik, ketahanan lingkungan, serta peruntukannya. Memilih kabel yang tepat akan memastikan jaringan bekerja maksimal, stabil, aman, dan efisien.


1. Identifikasi Kebutuhan Jaringan

Sebelum memilih kabel, langkah pertama adalah menentukan:

Faktor yang DitentukanContohnya
Lokasi pemasanganIndoor / Outdoor
Jarak transmisi<100 meter, 500 meter, >10 km
Lingkungan fisikDalam gedung, bawah tanah, tiang udara
Kapasitas koneksiRumah, kantor kecil, ISP, gedung industri
Jenis perangkatRouter FTTH, OLT, Data Center

Setelah faktor-faktor ini dianalisis, barulah pemilihan kabel dilakukan.


2. Pilih Berdasarkan Mode Transmisi

Jenis kabel fiber optik dibagi menjadi 2 mode utama:

🔹 A. Single Mode Fiber (SMF)

Dipilih ketika:

✔ Jarak jauh (> 2 Km)
✔ Koneksi backbone, ISP, antar gedung, antar kota
✔ Butuh bandwidth besar dan latency rendah

Kelebihan: Cepat, stabil, jauh
Kekurangan: Harga perangkat lebih mahal


🔹 B. Multimode Fiber (MMF)

Dipilih ketika:

✔ Jarak pendek (≤ 500 meter)
✔ Digunakan untuk LAN, server room, atau data center

Kelebihan: Murah, cocok untuk area lokal
Kekurangan: Tidak cocok untuk jarak jauh


3. Pilih Berdasarkan Lingkungan Pemasangan

Pilihan KabelKondisi Penggunaan
Indoor Fiber (Non-Armored)Aman dalam ruangan, tidak ada risiko gigitan hewan atau tekanan
Outdoor ArmoredArea luar ruangan, risiko gigitan tikus, tertanam di tanah
Aerial ADSS (Tiang ke Tiang)Untuk jaringan udara seperti kabel telepon
Direct BurialDikubur langsung tanpa pipa tambahan
Waterproof MarineDigunakan untuk bawah laut atau area lembap ekstrem

4. Pilih Jumlah Core Sesuai Kebutuhan

Jumlah core mempengaruhi kapasitas jalur komunikasi. Pilihan tergantung skala jaringan:

KebutuhanJumlah Core yang Direkomendasikan
Rumah (FTTH)1–2 Core
Kantor Kecil / Sekolah4–12 Core
Gedung Jaringan Besar12–48 Core
ISP / Backbone Kota72–144+ Core

Semakin besar jaringan, semakin besar core yang dibutuhkan agar jaringan dapat berkembang (scalable).


5. Pilih Tipe Konektor yang Kompatibel

Pastikan konektor kabel sesuai dengan perangkat:

KonektorDigunakan untuk
SCISP dan router fiber rumahan
LCData center dan perangkat modern
STInstalasi lama dan lab pendidikan
FCIndustri atau sistem anti getaran

6. Sesuaikan Budget dengan Kualitas

Walaupun fiber optik memberi performa tinggi, harga berbeda tergantung kualitas.

KategoriContoh Penggunaan
Kelas HematFiber indoor rumah / sekolah
Kelas StandarPerusahaan, kampus, data center
Kelas PremiumOutdoor armored + long-distance backbone

Contoh Pemilihan Kabel Berdasarkan Skenario

SkenarioKabel yang Dipilih
Internet rumahanSingle mode FTTH 1–2 Core + Konektor SC
Data center internalMultimode OM3 LC–LC
Jaringan antar gedung kampusSingle mode outdoor armored 12–24 core
Jaringan ISP antar kotaSingle mode backbone ADSS / submarine cable

Kesimpulan

Pemilihan kabel fiber optic harus mempertimbangkan berbagai faktor seperti jarak transmisi, lingkungan pemasangan, kapasitas jaringan, jenis perangkat, serta kebutuhan masa depan. Dengan memilih kabel yang tepat, jaringan dapat memiliki performa yang optimal, aman, dan mampu mendukung perkembangan

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic

 

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

Kabel fiber optik memiliki berbagai jenis dan kategori sesuai penggunaannya. Perbedaan ini bisa berdasarkan struktur fisik, fungsi, lingkungan pemasangan, serta metode transmisi sinyal. Pemilihan jenis kabel yang tepat sangat penting agar jaringan berjalan optimal dan sesuai kebutuhan.


1. Jenis Kabel Fiber Optik Berdasarkan Mode Transmisi

Jenis ini dibedakan dari cara cahaya bergerak melalui inti (core):


📌 A. Single Mode Fiber (SMF)

KeteranganDetail
Warna jaketKuning
Diameter core8–10 mikrometer
Sumber cahayaLaser
Jarak transmisiSangat jauh (hingga puluhan - ratusan km)
BandwidthSangat tinggi

Penjelasan:
Single Mode Fiber hanya mengirim satu berkas cahaya (single beam) sehingga tidak terjadi pantulan cahaya berlebih. Hal ini membuat SMF ideal untuk backbone ISP, antar kota, dan sambungan jaringan jarak jauh.


📌 B. Multimode Fiber (MMF)

KeteranganDetail
Warna jaketOrange atau Aqua
Diameter core50–62,5 mikrometer
Sumber cahayaLED
Jarak transmisiPendek (hingga 500 meter)
KecepatanBaik untuk jaringan LAN dan data center

Penjelasan:
Multimode Fiber dapat memantulkan banyak sinar cahaya sekaligus. Karena itu lebih murah, tetapi jarak dan kualitas transmisinya lebih pendek dibanding single mode.


2. Jenis Fiber Berdasarkan Struktur Fisik

Jenis kabel ini ditentukan berdasarkan lokasi penggunaan:


📌 A. Indoor Fiber Optic

  • Digunakan di dalam ruangan (sekolah, gedung, kantor).

  • Flexible, ringan, dan mudah dipasang.

  • Tidak tahan kondisi ekstrem luar ruangan.


📌 B. Outdoor Fiber Optic

Digunakan untuk instalasi di area luar gedung dan memiliki perlindungan tambahan seperti:

Jenis Outdoor FiberFungsinya
Armored FiberDilengkapi baja agar anti gigitan tikus dan tahan tekanan tanah.
Aerial Fiber (ADSS)Dipasang menggantung di tiang (seperti kabel listrik).
Direct Burial FiberBisa dikubur langsung tanah tanpa saluran pipa.
Waterproof FiberAnti air dan kelembapan untuk bawah tanah/laut.

3. Jenis Kabel Fiber Optic Berdasarkan Jumlah Core

Fiber optic tersedia dalam jumlah core berbeda sesuai kebutuhan jaringan:

Jumlah CoreFungsi
1–2 CoreBiasanya digunakan untuk instalasi rumah (FTTH).
4–12 CoreInstalasi gedung kecil.
24–48 CoreJaringan perkantoran dan sekolahan besar.
72–144+ CoreBackbone, ISP, dan infrastruktur kota.

Semakin banyak core, semakin besar kapasitas jalur komunikasi yang bisa dimanfaatkan.


4. Jenis Fiber Optik Berdasarkan Konektornya

Beberapa tipe konektor umum yang digunakan:

Jenis KonektorKarakteristikPenggunaan
SC (Subscriber Connector)Bentuk kotak, klik kunciFTTH, router fiber
LC (Lucent Connector)Lebih kecil dari SCData center, perangkat modern
ST (Straight Tip)Model twist-lockSistem lama, sekolah/perkantoran
FC (Ferrule Connector)Tahan getaranIndustri & militer

5. Contoh Aplikasi Jenis Fiber Optic

Jenis FiberAplikasi
Single ModeISP backbone, metro ethernet, jaringan antar kota
MultimodeLAN, server room, data center
Outdoor armoredJalur bawah tanah atau area berisiko hewan pengerat
Aerial FiberInstalasi tiang ke tiang (seperti telepon)

Kesimpulan

Kabel fiber optik hadir dalam berbagai jenis berdasarkan kebutuhan, kondisi instalasi, dan fungsi jaringan. Dengan memahami perbedaan jenis kabel ini, instalasi jaringan dapat dilakukan lebih efektif, aman, dan optimal untuk kebutuhan skala kecil hingga besar.


Sumber Referensi:

  1. https://www.fs.com/blog/fiber-optic-cable-types-and-usage-483.html

  2. https://telecomtalk.info/types-of-fiber-optic-cables/

  3. https://biznetnetworks.com/services/fiberoptic

Memahami jaringan fiber optic

 

Memahami Jaringan Fiber Optik

1. Pengertian Jaringan Fiber Optik

Jaringan fiber optik adalah sistem jaringan komunikasi yang menggunakan kabel serat optik sebagai media transmisi untuk mengirimkan data dalam bentuk cahaya. Berbeda dengan kabel tembaga (seperti UTP), kabel fiber optik tidak menggunakan listrik sebagai pengantar data, tetapi menggunakan sinar cahaya yang dipancarkan oleh LED atau laser.

Serat optik terbuat dari kaca atau plastik berkualitas tinggi dengan diameter sangat kecil (sebesar rambut manusia), sehingga mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sangat tinggi dan jarak yang jauh tanpa mengalami gangguan elektromagnetik atau penurunan kualitas sinyal.


2. Bagian-Bagian Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik terdiri dari beberapa struktur utama, yaitu:

BagianFungsi
Core (Inti)Jalur utama tempat cahaya bergerak.
CladdingLapisan reflektor yang membuat cahaya tetap berada di dalam core melalui efek refleksi total.
Coating/BufferMelindungi fiber dari kerusakan fisik dan kelembaban.
Jacket (Pelindung Luar)Menjadi pelindung fisik luar dari kabel agar tidak mudah rusak.

3. Cara Kerja Fiber Optik

Fiber optik bekerja berdasarkan prinsip Total Internal Reflection atau pemantulan total cahaya.

Alurnya adalah sebagai berikut:

  1. Data dikonversi menjadi sinyal cahaya oleh pemancar (LED atau Laser).

  2. Cahaya dikirim melalui core dan dipantulkan terus-menerus oleh cladding.

  3. Cahaya sampai ke perangkat penerima (receiver).

  4. Perangkat penerima mengubah cahaya menjadi data digital kembali.

Dengan metode ini, fiber optik bisa mengirim data dalam kecepatan yang sangat tinggi tanpa kehilangan kualitas.


4. Keunggulan Jaringan Fiber Optik

Beberapa kelebihan fiber optik dibandingkan media transmisi lain:

KeunggulanPenjelasan
Kecepatan TinggiMampu mencapai kecepatan hingga ratusan gigabit per detik.
Jarak Transmisi PanjangMampu mentransmisikan data hingga puluhan bahkan ratusan kilometer tanpa repeater.
Tahan GangguanTidak terpengaruh interferensi elektromagnetik atau petir karena menggunakan cahaya, bukan listrik.
Bandwidth BesarKapasitas transfer data jauh lebih besar dibandingkan kabel tembaga.
Keamanan TinggiSinyal sulit disadap karena berbasis cahaya, cocok untuk komunikasi sensitif.

5. Kekurangan Fiber Optik

KekuranganPenjelasan
Biaya Pemasangan MahalPeralatan dan instalasi fiber optik membutuhkan perangkat khusus.
Sulit DiperbaikiKabel sangat tipis sehingga jika putus membutuhkan teknisi khusus untuk perbaikan.

6. Contoh Penggunaan Fiber Optik

Fiber optik banyak digunakan pada:

  • Layanan internet rumah (IndiHome, Biznet, First Media, dll.)

  • Infrastruktur backbone ISP dan perusahaan

  • Jaringan CCTV jarak jauh

  • Teknologi komunikasi 5G

  • Sistem komunikasi militer

  • Data center dan cloud computing


7. Kesimpulan

Jaringan fiber optik merupakan teknologi komunikasi modern yang menawarkan kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan stabilitas jaringan yang sangat baik. Dengan berbagai keunggulannya, fiber optik kini menjadi pilihan utama untuk koneksi internet dan jaringan komunikasi di berbagai sektor mulai dari rumah, sekolah, perusahaan, hingga pemerintahan.


Sumber Referensi:

  1. https://www.linksys.com/learning-center/what-is-fiber-optic-internet

  2. https://www.telkom.co.id/fiber-optic-definition

  3. https://www.biznetnetworks.com/fiber-technology

WildCard Mask

Wildcard Mask Explanation

Materi Lengkap Wildcard Mask

Apa Itu Wildcard Mask?

Wildcard mask adalah pola bit yang digunakan pada Access Control List (ACL) di perangkat Cisco untuk menentukan bagian mana dari alamat IP yang harus dicocokkan (match) dan bagian mana yang diabaikan.

  • Bit 0 → Harus cocok.
  • Bit 1 → Diabaikan (boleh berbeda).

Rumus Wildcard Mask

Wildcard Mask = 255 - Subnet Mask
    

Contoh Perhitungan Wildcard Mask

IP Address   : 192.168.1.0
Subnet Mask  : 255.255.255.0
Wildcard Mask: 0.0.0.255

Karena:
255 - 255 = 0
255 - 255 = 0
255 - 255 = 0
255 -   0 = 255
    

Fungsi Wildcard Mask

  • Digunakan pada ACL untuk menentukan range alamat IP.
  • Digunakan untuk filtering trafik jaringan.
  • Memudahkan kontrol akses berdasarkan network, subnet, atau host.

Jenis-Jenis Wildcard Mask

1. Wildcard Mask untuk Host

IP: 192.168.1.10
Wildcard Mask: 0.0.0.0  (mencocokkan 1 host saja)
    

2. Wildcard Mask untuk Network

IP Network: 192.168.1.0
Wildcard Mask: 0.0.0.255 (mencocokkan seluruh host dalam 1 subnet)
    

3. Wildcard Mask Tidak Berurutan (Non-Contiguous)

Dipakai untuk mencocokkan pola tertentu, contoh:

Wildcard: 0.0.15.255 → mencocokkan kelipatan 16
    

Gambar Penjelasan Wildcard Mask

Subnet Mask: 255.255.255.0 Biner: 11111111.11111111.11111111.00000000 Wildcard Mask: 0.0.0.255 Biner: 00000000.00000000.00000000.11111111

Contoh Penggunaan Wildcard Mask pada Cisco ACL

access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
access-list 10 deny   any
    

Artinya ACL mengizinkan seluruh IP dalam subnet 192.168.1.0/24.

Subnnetting VLSM dengan Network: 192.168.10.0/25

Subnetting VLSM dengan Network: 192.168.10.0/25


A. Pengertian VLSM

VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik subnetting di mana satu network dapat dibagi menjadi beberapa subnet dengan ukuran host yang berbeda sesuai kebutuhan. Berbeda dengan FLSM yang menggunakan subnet mask sama pada semua subnet, VLSM lebih fleksibel dan efisien karena dapat menyesuaikan alokasi IP address berdasarkan kebutuhan host.

Dengan menggunakan VLSM, organisasi atau jaringan dapat menghemat penggunaan IP address karena tidak ada pemborosan pada subnet dengan jumlah host kecil.


B. Manfaat dan Keuntungan VLSM

  • Menghemat penggunaan IP address.
  • Subnet besar dan kecil dapat dibuat dalam satu network.
  • Mendukung perancangan topologi jaringan yang lebih efisien.
  • Cocok untuk IPv4 karena ruang alamatnya terbatas.

C. Prinsip Dasar Perhitungan VLSM

  1. Tentukan jumlah host yang dibutuhkan setiap subnet.
  2. Urutkan kebutuhan host dari yang terbesar hingga terkecil.
  3. Gunakan rumus perhitungan host:
    2h − 2 ≥ jumlah host
  4. Tentukan subnet mask berdasarkan jumlah host.
  5. Alokasikan IP mulai dari network terkecil hingga terbesar.

D. Network Awal

  • Network Address: 192.168.10.0/25
  • Total IP: 128 alamat
  • Range IP: 192.168.10.0 – 192.168.10.127

E. Kebutuhan Subnet

Subnet Kebutuhan Host
Subnet A50 Host
Subnet B30 Host
Subnet C20 Host
Subnet D10 Host

F. Perhitungan Subnet Mask

Subnet Host Dibutuhkan Block Size Subnet Mask Prefix Usable Host
Subnet A5064255.255.255.192/2662
Subnet B3032255.255.255.224/2730
Subnet C2032255.255.255.224/2730
Subnet D1016255.255.255.240/2814

G. Hasil Alokasi IP Address

Subnet Network Address Prefix Range Host Broadcast Address
Subnet A 192.168.10.0 /26 192.168.10.1 – 192.168.10.62 192.168.10.63
Subnet B 192.168.10.64 /27 192.168.10.65 – 192.168.10.94 192.168.10.95
Subnet C 192.168.10.96 /27 192.168.10.97 – 192.168.10.126 192.168.10.127
Subnet D Alamat tidak tersedia - - -

H. Kesalahan Umum Saat VLSM

  • Tidak mengurutkan host dari terbesar ke terkecil.
  • Salah menghitung block size.
  • Mengalami overlapping IP antar subnet.
  • Salah menghitung range host dan broadcast.

I. Kesimpulan

Subnetting VLSM pada network 192.168.10.0/25 menghasilkan pembagian subnet yang lebih efisien dan sesuai kebutuhan host. Dengan teknik VLSM, penggunaan IP address menjadi lebih hemat dan optimal dibandingkan metode lainnya.

Total subnet terpakai: 3
IP address tersisa: Tidak tersedia ruang tersisa untuk Subnet D.


Rabu, 12 November 2025

IP Address 192.168.1.0/27 - untuk subnet ke 3 - Kelompok 3

Subnetting 192.168.1.0 /27 - Subnet ke-3

Subnetting IP Address 192.168.1.0 /27

Nama Anggota Kelompok:

  1. Mafaza Alfiandra Saputra (24)
  2. Nabila Aufa Bilqis Ardiyani (31)
  3. Sekar Dwi Wulandari (35)
  4. Zahra Syaila Hidayat (39)
  5. Zaira Nur Rojabiyah (40)

Penjelasan Subnetting Subnet ke-3

IP Address: 192.168.1.0/27

Bentuk Biner: 11111111.11111111.11111111.11100000

Subnet Mask: 255.255.255.224

Perhitungan:

  • Jumlah Subnet = 2³ = 8 subnet
  • Jumlah Host per Subnet = 2⁵ – 2 = 30 host
  • Blok Subnet = 256 – 224 = 32
  • Subnet lengkapnya = 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224

Subnet ke-3: 192.168.1.64 /27

Range Host: 192.168.1.65 – 192.168.1.94

Broadcast Address: 192.168.1.95

Daftar Subnet /27

Nomor Subnet Network Address Range Host Broadcast
1192.168.1.0192.168.1.1 - 192.168.1.30192.168.1.31
2192.168.1.32192.168.1.33 - 192.168.1.62192.168.1.63
3192.168.1.64192.168.1.65 - 192.168.1.94192.168.1.95
4192.168.1.96192.168.1.97 - 192.168.1.126192.168.1.127
5192.168.1.128192.168.1.129 - 192.168.1.158192.168.1.159
6192.168.1.160192.168.1.161 - 192.168.1.190192.168.1.191
7192.168.1.192192.168.1.193 - 192.168.1.222192.168.1.223
8192.168.1.224192.168.1.225 - 192.168.1.254192.168.1.255

Subnet ke-3 (192.168.1.64 /27)

Keterangan Alamat IP
Subnet (Network)192.168.1.64
Host 1192.168.1.65
Host 2192.168.1.66
Host 3192.168.1.67
Host 4192.168.1.68
Host 5192.168.1.69
Host 6192.168.1.70
Host 7192.168.1.71
Host 8192.168.1.72
Host 9192.168.1.73
Host 10192.168.1.74
Host 11192.168.1.75
Host 12192.168.1.76
Host 13192.168.1.77
Host 14192.168.1.78
Host 15192.168.1.79
Host 16192.168.1.80
Host 17192.168.1.81
Host 18192.168.1.82
Host 19192.168.1.83
Host 20192.168.1.84
Host 21192.168.1.85
Host 22192.168.1.86
Host 23192.168.1.87
Host 24192.168.1.88
Host 25192.168.1.89
Host 26192.168.1.90
Host 27192.168.1.91
Host 28192.168.1.92
Host 29192.168.1.93
Host 30192.168.1.94
Broadcast192.168.1.95

IP Address 192.168.1.0/29 - untuk subnet ke 31

🔹 Analisis Subnet ke-31 — 192.168.1.240/29

Langkah 1: Analisa IP Address

  • IP Address : 192.168.1.240

  • Kelas : Class C

  • CIDR : /29

  • Subnet Mask : 11111111.11111111.11111111.11111000

  • Desimal : 255.255.255.248

Langkah 2: Penghitungan

1️⃣ Jumlah Subnet
Rumus: 2^x, di mana x = bit yang dipinjam dari host.
Kelas C = /24 → pinjam 5 bit → /29
→ Jumlah Subnet = 2⁵ = 32 Subnet

2️⃣ Jumlah Host per Subnet
Rumus: 2^y – 2, y = bit host
/29 → 3 bit host → 2³ – 2 = 6 host

3️⃣ Blok Subnet
Rumus: 256 – nilai oktet terakhir subnet mask
256 – 248 = 8
Artinya, tiap subnet naik kelipatan 8.

4️⃣ Alamat Host & Broadcast

  • Host pertama = subnet + 1

  • Host terakhir = sebelum broadcast

  • Broadcast = subnet berikutnya – 1

📘 Tabel Pembagian Subnet IP 192.168.1.0/29

NoSubnetHost PertamaHost TerakhirBroadcast
1192.168.1.0192.168.1.1192.168.1.6192.168.1.7
2192.168.1.8192.168.1.9192.168.1.14192.168.1.15
3192.168.1.16192.168.1.17192.168.1.22192.168.1.23
4192.168.1.24192.168.1.25192.168.1.30192.168.1.31
5192.168.1.32192.168.1.33192.168.1.38192.168.1.39
6192.168.1.40192.168.1.41192.168.1.46192.168.1.47
7192.168.1.48192.168.1.49192.168.1.54192.168.1.55
8192.168.1.56192.168.1.57192.168.1.62192.168.1.63
9192.168.1.64192.168.1.65192.168.1.70192.168.1.71
10192.168.1.72192.168.1.73192.168.1.78192.168.1.79
11192.168.1.80192.168.1.81192.168.1.86192.168.1.87
12192.168.1.88192.168.1.89192.168.1.94192.168.1.95
13192.168.1.96192.168.1.97192.168.1.102192.168.1.103
14192.168.1.104192.168.1.105192.168.1.110192.168.1.111
15192.168.1.112192.168.1.113192.168.1.118192.168.1.119
16192.168.1.120192.168.1.121192.168.1.126192.168.1.127
17192.168.1.128192.168.1.129192.168.1.134192.168.1.135
18192.168.1.136192.168.1.137192.168.1.142192.168.1.143
19192.168.1.144192.168.1.145192.168.1.150192.168.1.151
20192.168.1.152192.168.1.153192.168.1.158192.168.1.159
21192.168.1.160192.168.1.161192.168.1.166192.168.1.167
22192.168.1.168192.168.1.169192.168.1.174192.168.1.175
23192.168.1.176192.168.1.177192.168.1.182192.168.1.183
24192.168.1.184192.168.1.185192.168.1.190192.168.1.191
25192.168.1.192192.168.1.193192.168.1.198192.168.1.199
26192.168.1.200192.168.1.201192.168.1.206192.168.1.207
27192.168.1.208192.168.1.209192.168.1.214192.168.1.215
28192.168.1.216192.168.1.217192.168.1.222192.168.1.223
29192.168.1.224192.168.1.225192.168.1.230192.168.1.231
30192.168.1.232192.168.1.233192.168.1.238192.168.1.239
🔴 31🔴 192.168.1.240🔴 192.168.1.241🔴 192.168.1.246🔴 192.168.1.247
32192.168.1.248192.168.1.249192.168.1.254192.168.1.255

💬 Kesimpulan:

  • Total subnet: 32 subnet (/29 dari Class C /24)

  • Tiap subnet punya 6 host valid dan 1 broadcast

  • Blok size = 8 → subnet naik per kelipatan 8 pada oktet terakhir

  • Subnet ke-31 (192.168.1.240/29) ditandai warna merah 🔴

    • Host range: 192.168.1.241 – 192.168.1.246

    • Broadcast: 192.168.1.247